Selasa, 12 Maret 2013

Nama Gunung, letak dan tingginya di Indonesia


  1. Provinsi Bali Gunung Abang Tinggi 2.152 meter
  2. Provinsi Bali Gunung Agung Tinggi 3.142 meter
  3. Provinsi Bali Gunung Batukau Tinggi 2.276 meter
  4. Provinsi Bali Gunung Batur Tinggi 1.717 meter
  5. Provinsi Bali Gunung Catur Tinggi 2.098 meter
  6. Provinsi Bali Gunung Sangiang Tinggi 2.087 meter
  7. Provinsi Jawa Barat Gunung Bukittunggul Tinggi 2.203 meter
  8. Provinsi Jawa Barat Gunung Burangrong Tinggi 2.064 meter
  9. Provinsi Jawa Barat Gunung Cikurai Tinggi 2.821 meter
  10. Provinsi Jawa Barat Gunung Cireme Tinggi 3.078 meter
  11. Provinsi Jawa Barat Gunung Galunggung Tinggi 2.168 meter
  12. Provinsi Jawa Barat Gunung Gede Tinggi 2.958 meter
  13. Provinsi Jawa Barat Gunung Guntur Tinggi 2.249 meter
  14. Provinsi Jawa Barat Gunung Kancana Tinggi 2.182 meter
  15. Provinsi Jawa Barat Gunung Malabar Tinggi 2.321 meter
  16. Provinsi Jawa Barat Gunung Masigit Tinggi 2.078 meter
  17. Provinsi Jawa Barat Gunung Pangrango Tinggi 3.019 meter
  18. Provinsi Jawa Barat Gunung Papandayan Tinggi 2.665 meter
  19. Provinsi Jawa Barat Gunung Patuha Tinggi 2.434 meter
  20. Provinsi Jawa Barat Gunung Salak Tinggi 2.211 meter
  21. Provinsi Jawa Barat Gunung Tangkuban Perahu Tinggi 2.084 meter
  22. Provinsi Jawa Barat Gunung Telaga Bodas Tinggi 2.201 meter
  23. Provinsi Jawa Barat Gunung Tilu Tinggi 2.040 meter
  24. Provinsi Jawa Barat Gunung Wayang Tinggi 2.181 meter
  25. Provinsi Jawa Barat Gunung Windu Tinggi 2.054 meter
  26. Provinsi Jawa Tengah Gunung Bismo Tinggi 2.365 meter
  27. Provinsi Jawa Tengah Gunung Merapi Tinggi 2.914 meter
  28. Provinsi Jawa Tengah Gunung Merbabu Tinggi 3.142 meter
  29. Provinsi Jawa Tengah Gunung Muria Tinggi 1.602 meter
  30. Provinsi Jawa Tengah Gunung Perahu Tinggi 2.565 meter
  31. Provinsi Jawa Tengah Gunung Rogojembangan Tinggi 2.177 meter
  32. Provinsi Jawa Tengah Gunung Slamet Tinggi 3.418 meter
  33. Provinsi Jawa Tengah Gunung Sumbing Tinggi 3.371 meter
  34. Provinsi Jawa Tengah Gunung Sundoro Tinggi 2.151 meter
  35. Provinsi Jawa Tengah Gunung Ungaran Tinggi 2.050 meter
  36. Provinsi Jawa Timur Gunung Anjasmoro Tinggi 2.282 meter
  37. Provinsi Jawa Timur Gunung Argomayang Tinggi 2.198 meter
  38. Provinsi Jawa Timur Gunung Argopuro Tinggi 3.088 meter
  39. Provinsi Jawa Timur Gunung Arjuna Tinggi 3.339 meter
  40. Provinsi Jawa Timur Gunung Bromo Tinggi 2.392 meter
  41. Provinsi Jawa Timur Gunung Butak Tinggi 2.868 meter
  42. Provinsi Jawa Timur Gunung Cemarakuning Tinggi 2.248 meter
  43. Provinsi Jawa Timur Gunung Jambangan Tinggi 2.482 meter
  44. Provinsi Jawa Timur Gunung Kawi Tinggi 2.651 meter
  45. Provinsi Jawa Timur Gunung Kelud Tinggi 1.731 meter
  46. Provinsi Jawa Timur Gunung Lawu Tinggi 3.265 meter
  47. Provinsi Jawa Timur Gunung Liman Tinggi 2.512 meter
  48. Provinsi Jawa Timur Gunung Mahameru Tinggi 3.676 meter
  49. Provinsi Jawa Timur Gunung Merapi Tinggi 2.800 meter
  50. Provinsi Jawa Timur Gunung Raung Tinggi 3.332 meter
  51. Provinsi Jawa Timur Gunung Semeru Tinggi 3.676 meter
  52. Provinsi Jawa Timur Gunung Suket Tinggi 2.950 meter
  53. Provinsi Jawa Timur Gunung Welirang Tinggi 3.166 meter
  54. Provinsi Jawa TImur Gunung Wilis Tinggi 2.169 meter


Buat teman-teman selamat belajar ya.......

Rabu, 10 November 2010

Cerita Rakyat "Asal Mula Tangkuban Perahu"


Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat Parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya. Diceritakan bahwa Raja Sungging Perbangkara pergi berburu. Di tengah hutan Sang Raja membuang air seni yang tertampung dalam daun caring (keladi hutan). Seekor babi hutan betina bernama Wayungyang yang tengah bertapa ingin menjadi manusia meminum air seni tadi. Wayungyang hamil dan melahirkan seorang bayi cantik. Bayi cantik itu dibawa ke keraton oleh ayahnya dan diberi nama Dayang Sumbi alias Rarasati. Dayang Sumbi sangat cantik dan cerdas, banyak para raja yang meminangnya, tetapi seorang pun tidak ada yang diterima. Akhirnya para raja saling berperang di antara sesamanya. Galau hati Dayang Sumbi melihat kekacauan yang bersumber dari dirinya. Atas permitaannya sendiri Dayang Sumbi mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani seekor anjing jantan yaitu Si Tumang. Ketika sedang asyik bertenun, toropong (torak) yang tengah digunakan bertenun kain terjatuh ke bawah. Dayang Sumbi karena merasa malas, terlontar ucapan tanpa dipikir dulu, dia berjanji siapa pun yang mengambilkan torak yang terjatuh bila berjenis kelamin laki-laki, akan dijadikan suaminya. Si Tumang mengambilkan torak dan diberikan kepada Dayang Sumbi. Dayang Sumbi pun menikahi Si Tumang dan dikaruniai bayi laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Sangkuriang memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring selalu ditemani bermain oleh Si Tumang yang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, gagah perkasa dan sakti. Pada suatu hari Sangkuriang berburu di dalam hutan disuruhnya Si Tumang untuk mengejar babi betina yang bernama Wayungyang. Karena si Tumang tidak menurut, Sangkuriang marah dan membunuh Si Tumang. Daging Si Tumang oleh Sangkuriang diberikan kepada Dayang Sumbi, lalu dimasak dan dimakannya. Setelah Dayang Sumbi mengetahui bahwa yang dimakannya adalah Si Tumang, kemarahannya pun memuncak serta merta kepala Sangkuriang dipukul dengan senduk yang terbuat dari tempurung kelapa sehingga luka dan diusirlah Sangkuriang. Sangkuriang pergi mengembara mengelilingi dunia. Setelah sekian lama berjalan ke arah timur akhirnya sampailah di arah barat lagi dan tanpa sadar telah tiba kembali di tempat Dayang Sumbi, tempat ibunya berada. Sangkuriang tidak mengenal bahwa putri cantik yang ditemukannya adalah Dayang Sumbi – ibunya, begitu juga sebaliknya. Terjalinlah kisah kasih di antara kedua insan itu. Tanpa sengaja Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah puteranya, dengan tanda luka di kepalanya. Dayang Sumbi pun berusaha menjelaskan kesalahpahaman hubungan mereka. Walau demikian, Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya. Dayang Sumbi meminta agar Sangkuriang membuatkan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam dengan membendung sungai Citarum. Sangkuriang menyanggupinya. Maka dibuatlah perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di arah timur, tunggul/pokok pohon itu berubah menjadi gunung ukit Tanggul. Rantingnya ditumpukkan di sebelah barat dan mejadi Gunung Burangrang. Dengan bantuan para guriang, bendungan pun hampir selesai dikerjakan. Tetapi Dayang Sumbi bermohon kepada Sang Hyang Tunggal agar maksud Sangkuriang tidak terwujud. Dayang Sumbi menebarkan irisan boeh rarang (kain putih hasil tenunannya), ketika itu pula fajar pun merekah di ufuk timur. Sangkuriang menjadi gusar, dipuncak kemarahannya, bendungan yang berada di Sanghyang Tikoro dijebolnya, sumbat aliran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur dan menjelma menjadi Gunung Manglayang. Air Talaga Bandung pun menjadi surut kembali. Perahu yang dikerjakan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berubah wujud menjadi Gunung Tangkuban Perahu. Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang mendadak menghilang di Gunung Putri dan berubah menjadi setangkai unga jaksi. Adapun Sangkuriang setelah sampai di sebuah tempat yang disebut dengan Ujung berung akhirnya menghilang ke alam gaib (ngahiyang).

Cerita Rakyat "Telaga Warna"

Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Raja dan ratu sangant bijaksana sehingga kerjaan yang dipimpin makmur dan tenteram.
Semua sangat menyenangkan. Sayangnya, Prabu dan istrinya belum memiliki anak. Itu membuat pasangan kerajaan itu sangat sedih. Penasehat Prabu menyarankan, agar mereka mengangkat anak. Namun Prabu dan Ratu tidak setuju. “Buat kami, anak kandung adalah lebih baik dari pada anak angkat,” sahut mereka.
Ratu sering murung dan menangis. Prabu pun ikut sedih melihat istrinya. Lalu Prabu pergi ke hutan untuk bertapa. Di sana sang Prabu terus berdoa, agar dikaruniai anak. Beberapa bulan kemudian, keinginan mereka terkabul. Ratu pun mulai hamil. Seluruh rakyat di kerajaan itu senang sekali. Mereka membanjiri istana dengan hadiah.
Sembilan bulan kemudian, Ratu melahirkan seorang putri yang diberinama Gilang Rukmini . Penduduk negeri pun kembali mengirimi putri kecil itu aneka hadiah. Bayi itu tumbuh menjadi anak yang lucu. Belasan tahun kemudian, ia sudah menjadi remaja yang cantik.
Prabu dan Ratu sangat menyayangi putrinya. Mereka memberi putrinya apa pun yang dia inginkan. Namun itu membuatnya menjadi gadis yang manja. Kalau keinginannya tidak terpenuhi, gadis itu akan marah. Ia bahkan sering berkata kasar. Walaupun begitu, orangtua dan rakyat di kerajaan itu mencintainya.
Hari berlalu, Putri pun tumbuh menjadi gadis tercantik di seluruh negeri. Dalam beberapa hari, Putri akan berusia 17 tahun. Maka para penduduk di negeri itu pergi ke istana. Mereka membawa aneka hadiah yang sangat indah. Prabu mengumpulkan hadiah-hadiah yang sangat banyak itu, lalu menyimpannya dalam ruangan istana. Sewaktu-waktu, ia bisa menggunakannya untuk kepentingan rakyat.
Prabu hanya mengambil sedikit emas dan permata. Ia membawanya ke ahli perhiasan. “Tolong, buatkan kalung yang sangat indah untuk putriku,” kata Prabu. “Dengan senang hati, Yang Mulia,” sahut ahli perhiasan. Ia lalu bekerja d sebaik mungkin, dengan sepenuh hati. Ia ingin menciptakan kalung yang paling indah di dunia, karena ia sangat menyayangi Putri.
Hari ulang tahun pun tiba. Penduduk negeri berkumpul di alun-alun istana. Ketika Prabu dan Ratu datang, orang menyambutnya dengan gembira. Sambutan hangat makin terdengar, ketika Putri yang cantik jelita muncul di hadapan semua orang. Semua orang mengagumi kecantikannya.
Prabu lalu bangkit dari kursinya. Kalung yang indah sudah dipegangnya. “Putriku tercinta, hari ini aku berikan kalung ini untukmu. Kalung ini pemberian orang-orang dari penjuru negeri. Mereka sangat mencintaimu. Mereka mempersembahkan hadiah ini, karena mereka gembira melihatmu tumbuh jadi dewasa. Pakailah kalung ini, Nak,” kata Prabu.
Putri menerima kalung itu. Lalu ia melihat kalung itu sekilas. “Aku tak mau memakainya. Kalung ini jelek!” seru Putri. Kemudian ia melempar kalung itu. Kalung yang indah pun rusak. Emas dan permatanya tersebar di lantai.
Itu sungguh mengejutkan. Tak seorang pun menyangka, Putri akan berbuat seperti itu. Tak seorang pun bicara. Suasana hening. Tiba-tiba meledaklah tangis Ratu Purbamanah. Dia sangat sedih melihat kelakuan putrinya.Akhirnya semua pun meneteskan air mata, hingga istana pun basah oleh air mata mereka. Mereka terus menangis hingga air mata mereka membanjiri istana, dan tiba-tiba saja dari dalam tanah pun keluar air yang deras, makin lama makin banyak. Hingga akhirnya kerajaan Kutatanggeuhan tenggelam dan terciptalah sebuah danau yang sangat indah.
Di hari yang cerah, kita bisa melihat danau itu penuh warna yang indah dan mengagumkan. Warna itu berasal dari bayangan hutan, tanaman, bunga-bunga, dan langit di sekitar telaga. Namun orang mengatakan, warna-warna itu berasal dari kalung Putri yang tersebar di dasar telaga.

Kamis, 28 Oktober 2010

Rahajeng amaranggani


Rabu, 27 Oktober 2010

Anggi Adikku yang cantik




Aku punya adik yang lucu dan pintar namanya Rahajeng Amaranggani biasa dipanggil Anggi

Waktu Kecil Anggi pernah kejepit sepeda kakinya, kasian deh sampai berdarah.

Senin, 26 Juli 2010

Geografi, Topografi dan iklim di Jawa Barat

Teman-teman ini adalah letak propinsi secara Geografis, ciri utama daearah serta iklim dari Propinsi Jawa Barat......

Geografi

Propinsi Jawa Barat secara geografis terletak di antara 5°50' - 7°50' LS dan 104°48' - 104°48 BT dengan batas-batas wilayahnya sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa bagian barat dan DKI Jakarta di utara, sebelah timur berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah, antara Samudra Indonesia di Selatan dan Selat Sunda di barat. Dengan daratan dan pulau-pulau kecil (48 Pulau di Samudera Indonesia, 4 Pulau di Laut Jawa, 14 Pulau di Teluk Banten dan 20 Pulau di Selat Sunda); luas wilayah Jawa Barat 44.354,61 Km2 atau 4.435.461 Ha.

Kondisi geografis yang strategis ini merupakan keuntungan bagi daerah Jawa Barat terutama dari segi komunikasi dan perhubungan. Kawasan utara merupakan daerah berdatar rendah, sedangkan kawasan selatan berbukit-bukit dengan sedikit pantai serta dataran tinggi bergunung-gunung ada di kawasan tengah.

Dengan ditetapkannya Wilayah Banten menjadi Propinsi Banten, maka luas wilayah Jawa Barat saat ini menjadi 35.746,26 Km2.

Topografi

Ciri utama daratan Jawa Barat adalah bagian dari busur kepulauan gunung api (aktif dan tidak aktif) yang membentang dari ujung utara Pulau Sumatera hingga ujung utara Pulau Sulawesi. Daratan dapat dibedakan atas wilayah pegunungan curam di selatan dengan ketinggian lebih dari 1.500 m di atas permukaan laut, wilayah lereng bukit yang landai di tengah ketinggian 100 1.500 m dpl, wilayah dataran luas di utara ketinggian 0 . 10 m dpl, dan wilayah aliran sungai.

Iklim

Iklim di Jawa Barat adalah tropis, dengan suhu 9 0 C di Puncak Gunung Pangrango dan 34 0 C di Pantai Utara, curah hujan rata-rata 2.000 mm per tahun, namun di beberapa daerah pegunungan antara 3.000 sampai 5.000 mm per tahun.

Hasil Bumi dari Jawa Barat

Ini adalah Hasil Bumi yang dihasilkan dari Daerah Jawa Barat, selamat belajar.....

Teh : Perkebunan teh di Jawa Barat merupakan yang terbesar di Indonesia.
Ubi Jalar : Ubi jalar disebut 'boled' oleh masyarakat Kabupaten Kuningan, Cirebon Jabar.
Strawberry : Strawberry merupakan salah satu hasil perkebunan yang menjadi produk komoditas Jawa Barat.
Kentang : Kentang juga menjadi salah satu komoditas pertanian palawija di Jawa Barat.
Kacang Tanah : Kacang tanah adalah salah satu hasil bumi dari Provinsi Jawa Barat.
Jagung : Selain padi, Jawa Barat juga penghasil jagung yang terkenal.
Padi : Jawa Barat merupakan salah satu sentra lumbung padi nasional.